Sumur Tua Masjid Raya Pekanbaru Diyakini Sembuhkan Berbagai Penyakit

Pekanbaru37 Dilihat

IBUKOTA Provinsi Riau, Pekanbaru terkenal tidak hanya sebagai kota perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi yang patut dikunjungi.

Satu tempat yang wajib disinggahi adalah Masjid Raya Pekanbaru, terletak di Jalan Senapelan, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan.

Masjid yang awalnya dikenal dengan nama Masjid Senapelan memiliki sejarah panjang.
Dibangun pertama kali oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah, Raja keempat Kerajaan Siak Sri Indrapura, sekitar tahun 1762 M.

Masjid yang sudah berusia lebih dari dua abad ini memiliki banyak cerita menarik yang tercatat dalam sejarah.

Di sekitar kawasan masjid, terdapat sejumlah objek bersejarah yang bisa dinikmati wisatawan.
Di antaranya bekas tapak masjid yang pertama kali dibangun, sumur tua yang dianggap keramat, serta makam Marhum Pekan dan Marhum Bukit, dua tokoh penting yang menjadi bagian dari sejarah kota ini.

Sejak beberapa tahun terakhir, Masjid Raya Pekanbaru menjadi magnet wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, terutama dari Malaysia dan Singapura.

Keberadaannya yang strategis di jantung kota memudahkan pengunjung untuk menjangkau masjid ini.

Meskipun mengalami beberapa perubahan signifikan, bangunan Cagar Budaya ini tetap memancarkan pesona sejarah dan religiusitas.

Bagi pengunjung yang datang, suasana rohani yang berbeda akan terasa begitu memasuki area masjid.

Selain mengunjungi masjid, wisatawan juga bisa mengunjungi makam pendiri Kota Pekanbaru, Pasar Bawah, serta Sungai Siak yang memiliki daya tarik tersendiri.

Satu daya tarik utama dari Masjid Raya Pekanbaru adalah sumur tua yang ada di dalamnya. Konon, sumur ini sudah ada sejak sebelum masjid dibangun dan dipercaya memiliki unsur magis.

Masyarakat setempat meyakini bahwa air dari sumur ini memiliki kekuatan menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga banyak yang datang mengambil airnya.

Masjid Raya Pekanbaru dikenal dengan struktur bangunannya yang mengagumkan. Setelah proses revitalisasi pada tahun 2009, masjid ini semakin luas dan mampu menampung lebih banyak pengunjung.

Di dalam masjid, terdapat empat struktur cagar budaya yang menonjol, yaitu gerbang, sumur, mimbar, dan empat pilar beton.

Mimbar berwarna emas yang digunakan oleh khatib untuk khutbah merupakan satu peninggalan bersejarah yang sangat terawat.

Mimbar ini, dengan ukiran krawangan motif suluran, sudah berusia lebih dari 100 tahun. Dikirim langsung dari Jepara pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim pada tahun 1892.

Mimbar ini masih tampak megah dan menambah kesan mewah di dalam masjid.

Berkunjung ke Masjid Raya Pekanbaru bukan hanya soal menikmati keindahan arsitektur dan sejarahnya, tetapi juga merasakan kedamaian dan ketenangan yang ditawarkan oleh tempat yang penuh makna ini.

Tidak heran jika masjid ini selalu ramai dikunjungi setiap hari, terutama oleh mereka yang ingin menikmati suasana religius sambil berjalan-jalan di sekitar kawasan wisata Pasar Bawah yang terkenal. (*)